Jika Anda sudah punya pengalaman menggunakan Macromedia/Adobe Flash atau Animate CC pasti Anda sudah familiar dengan program ini karena terkenalnya di internet. Dulu sudah jadi standar utama buat web programer dan animator, Namun Sayangnya Adobe tiba-tiba mengakhiri Animate pada tahun 2025 yang lalu dan hal itu membuat para animator sangat kecewa berat dengannya dan mencari sebagai alternatifnya.
Beda lagi jika Anda menginstalnya lewat Linux dengan bantuan Wine. Sepengalamanku memakai Flash di Linux masih bisa jalan sih seperti biasa, Namun sayangnya pada Eyedropper Tool gak bisa ambil warnanya di gambar maupun objek dan juga ada bug error ketika menjalankan Flash Player. Setelah itu saya mencari riset baru dan akhirnya ketemu juga, Yup. Itu adalah Wick Editor.
Wick Editor adalah program animasi vector bersifat open-source dan merupakan program alternatif Flash karena setiap fungsi dan tools-nya sama seperti Flash (walaupun agak kurang sih). Wick Editor bisa dijalankan pada platform Windows, Mac, Linux, Android maupun iOS, Selain itu bisa juga dijalankan pada versi web pada browser Anda.
Oke. Pertama, Kita perlu memperkenalkan antarmuka terlebih dahulu pada Wick Editor ini.
Menu Bar : Berisi judul projek, tombol New, Open, Export, Save, dan juga Pengaturan (ikon gambar roda gigi)
Tools Bar : Berisi tool yang berfungsi untuk membuat, menyeleksi, dan mengolah elemen objek
Edit Bar : Berisi tombol seperti Delete, Copy, Cut, Undo dan Redo.
Stage/Canvas : tempat dimana kita meletakan suatu elemen seperti objek dan teks pada kanvas.
Timeline :

Tidak ada komentar:
Posting Komentar